BLOG AMATIRAN

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Mamfaat Dari Menagis



Menangis merupakan hal lumrah bagi setiap orang. Saat merasakan sedih dan kecewa air mata lah sebagai penawarnya. Saat mengis memang sangat lah tidak mengenakkan sebab perasaan yang kita rasakan pastinya tidak menyenangkan.
Namun janganlah langsung menyimpulkan bahwa ketika orng menangis berarti cengeng dan lemah. Anda juga harus melihat sisi baik dan postitif mengenai menangis dan air mata selain menilainya buruk.

Air mata merupakan obat, bukan hanyan obat penawar di saat sedih namun obat dari ati sebenarnya. Sebuah penelitian menemukan air mata dapat membuat bakteri mematikan dalam mata mati dan tak bisa berkembang lagi
Nah, bagaimanakan selengkapnya?

1. Membunuh Bakteri Di dalam air mata, ada enzim yang disebut lysozyme yang berfungsi membunuh bakteri. Dan bakteri yang ada pada mata tersebut dapat dibersihkan dengan adanya enzim lysozyme. Bahkan, sifat anti bakteri dalam enzim ini lebih baik dibandingkandengan obat tetes mata buatan.

2. Melembabkan Mata Sudah jadi rahasia umum bahwa air mata adalah pelembab alami untuk mata. Dengan menangis, mata akan terhindar dari rasa perih dan kering yang dapat menyebabkan iritasi. Walaupun saat menangis mata akan memerah, tetapi mata lembab.

3. Perasaan Lega Menangis memang tak menyelesaikan masalah apapun, tetapi dengan menangis, ada beban yang seolah melayang bersamaan dengan jatuhnya air mata. Perasaan lega inilah yang membuat kita lebih bisa berpikir lebih fresh dan menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

4. Mengurangi Stres Menurut ahli air mata, Dr. William Frey dari Ramsey Medical Center, air mata mengandung 98% air, dan di dalamnya mengandung hormon stres. Sehingga jika anda menangis karena sedang mengalami tekanan, maka air mata
‘emosi’ itu akan membawa hormon stres keluar dari rubuh.

Jadi jangan takut nangis jika nagis dapat menyehatkan mata.
Share:

3 Cara Hilangkan Bau Tak Sedap di Area Intim

Aroma tak sedap di area genital kerap menurunkan rasa percaya diri wanita, terutama untuk mereka yang telah memiliki pasangan. Dilansir Boldsky, aroma tak sedap di area intim sebetulnya adalah hal yang normal. Tapi banyak wanita menganggap ini adalah malapetaka dan menganggap dirinya tak becus merawat area penting ini.

Perubahan pH di area intim akan mempengaruhi bau di area genital. Inilah yang membuat area intim memiliki bau yang berubah-ubah, tidak pernah sama. Namun, jika Anda mendapati bau yang tak biasa, ini adalah tanda adanya infeksi bakteri dan jamur.

Berikut ini tiga cara untuk menjaga aroma genital tetap stabil dan tidak menyemburkan bau menyengat:

1. Menjaga kebersihan
Kebersihan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga aroma di area intim. Cucilah area genital sesering mungkin dengan air bersih, terutama jika Anda berkeringat. Hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kebersihan adalah area intim harus dalam kondisi kering setiap habis dicuci. Kondisi lembab akan membuat bakteri dan jamur hidup di area intim.

2. Kurangi pemakaian sabun
Mencuci area intim memang kunci kebersihan. Tapi, tidak berarti Anda dapat menggunakan pemakaian sabun sesering mungkin. Sabun akan mematikan bakteri baik dan merusak pH di area intim.

3. Gunakan celana katun
Pilihlah celana dalam yang terbuat dari bahan katun. Tujuannya agar keringat mudah terserap. Celana yang terbuat dari bahan sintetis hanya akan membuat keringat terus menempel di tubuh dan mengeluarkan bau tak sedap

[sumber]
Share:

Sembuhkan Jerawat dengan Jus Bawang Putih

Jerawat dan bekas jerawat di wajah sering kali menjadi penganggu yang bisa merusak penampilan seseorang. Bahkan, sebagian besar remaja dan orang dewasa yang mengalami masalah ini, sampai merasa tak percaya diri untuk keluar rumah.

Jerawat biasanya muncul saat remaja berusia 10-13 tahun. Namun, tak jarang pula di usia 20-an masih ada yang masalah kulit ini.

"Pada remaja, ada dua hal yang memicu masalah jerawat. Pertama adalah perubahan hormonal dalam tubuh mereka. Untuk anak laki-laki, ini karena  peningkatan sekresi testosteron dan pada anak perempuan karena hormon estrogen yang meningkat," kata dokter kulit dari Kosmoderma Klinik, Bangalore, Chytra V. Anand, seperti dikutip Times of India.

"Karena hormon ini, sekresi minyak di tubuh meningkat dan kulit menjadi berminyak dan lebih rentan terhadap jerawat. Pemicu lain untuk jerawat adalah infeksi bakteri," tambahnya.

Anand mengatakan sekitar 90 persen remaja menderita jerawat dalam berbagai tingkat keparahan. Tentu masalah ini bisa menimbulkan efek psikologis pada anak-anak yang ingin memiliki kulit bersih.

Banyak obat kimia penyembuh jerawat kini beredar di pasaran. Rata-rata berupa obat topikal yang mengandung benzoil peroksida, sulfur, juga resorsinol. Namun, Anand menyarankan akan lebih baik para remaja menyembuhkan jerawat dengan cara alami.

"Krim obat dan pencuci wajah menurut badan pengawas obat dan pangan, FDA, efektif untuk mengobati jerawat," kata Meenakshi Agarwal, seorang ahli bedah kosmetik yang berbasis di Mumbai.

Agarwal juga mengatakan remaja yang mencoba melakukan perawatan kecantikan di salon juga harus melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Beberapa solusi alami seperti jus bawang putih, lulur tanah liat, dan jus lemon mungkin bisa menjadi alternatif pengobatan jerawat yang lebih aman dan alami. Produk rumahan ini juga membantu menghilangkan bekas luka jerawat.

"Untuk menghindari jerawat, bersihkan kulit Anda dua kali sehari. Pastikan bahwa Anda menggunakan pecuci wajah ringan yang sesuai dengan jenis kulit. Mencuci wajah terlalu sering, terutama dengan kosmetik yang keras, dapat memperburuk jerawat Anda. Cobalah menghindari makanan olahan seperti roti putih dan mie karena sering memicu timbulnya jerawat," kata Agarwal dalam sebuah wawancara.

Ia menyarankan para remaja menggunakan paket perawatan wajah yang terbuat dari bahan baku yang ramah lingkungan, setidaknya sekali atau dua kali seminggu. Ini akan membantu mengekstrak kelebihan sebum dan karena itu salah satu metode alami terbaik untuk mengobati jerawat.

"Anda juga dapat menerapkan jus bawang putih kecil di wajah Anda, selama sekitar satu jam setidaknya sekali seminggu. Meskipun jus bawang putih akan membunuh bakteri penyebab jerawat, jangan menyimpannya terlalu lama karena dapat memperburuk kulit sensitif," ujarnya lagi.

Selain jus bawang putih, krim susu yang dicampur jus lemon juga bisa dioleskan pada wajah untuk mengobati jerawat. Kandungan asam laktat dan asam sitrat dalam dua bahan ini, juga  dipercaya bisa membantu meringankan bekas luka.

sumber 
Share:

Popular Posts

Powered by Blogger.

Followers

Total Pageviews

Download

Recent Posts